Materi Listrik Arus DC (KELAS XII MIPA)

ARUS LISTRIK SEARAH

 

Pengertian Arus Listrik

 

Pengertian dari arus listrik ialah banyak nya muatan listrik yang di sebab kan dari pergerakan elektron – elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu nya.

 

Arus listrik dapat di ukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere.

 

Dalam kehidupan kita sehari – hari sebenar nya contoh dari arus listrik berkisar dari yang sangat lemah yang dalam satuan mikroAmpere ( A ) seperti dalam jaringan tubuh manusia hingga arus yang sangat kuat yaitu 1 – 200 kiloAmpere ( kA ) contoh nya seperti yang terjadi pada sebuah petir.

Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat di asumsikan resistan terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir pada sirkuit tergantung pada berapa voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm yang berlaku.

 

Arus listrik sendiri merupakan pecahan dari 7 satuan pokok dalam satuan SI ( Satuan Internasional ). Dan satuan SI untuk arus listrik iyalah Ampere ( A ). Namun secara formal satuan ampere di definisikan sebagai arus konstan yang bila di pertahankan akan menghasil kan sebuah gaya yang sebesar 2 x 10-7 Newton/meter, dan di antara 2 penghantar ini lurus sejajar dengan luas penampang yang bisa di abaikan, dan berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.

Rumus untuk hubungan antara kuat arus listrik dan banyaknya muatan selama waktu tertentu :

   

Keterangan :

  • I = Arus listrik ( A )
  • Q = Muatan listrik ( C )
  • t = Waktu ( s )

 

Rumus untuk hubungan antara kuat arus listrik dan beda potesial :

  

Keterangan :

  • I = Kuat arus listrik ( A )
  • R = Hambatan listrik ( Ω )
  • V = Beda potensial listrik ( V )

 

Sedang kan secara umum nya, arus listrik yang mengalir pada suatu waktu tertentu ialah :

I = dQ/dt

 

Dengan demikian bisa di tentukan jumlah dari muatan total yang di pindahkan pada rentang waktu 0 – t ( waktu ) melalui integrasi :

Q = dQ =  dt

Dan sesuai dengan persamaan di atas, arus listrik iyalah besaran skalar karna baik dari muatan atau dari waktu merupakan besaran skalar.

 

Contoh gambar gabungan dari arus listrik, beda potensial, kuat arus listrik, dan hambatan listrik.

 

 

 

 

 

          Gambar gabungan dari arus listrik, beda potensial, kuat arus listrik, dan hambatan listrik.

 

Agar kalian semua mengerti mengenai rumus arus listrik, maka saya akan memberikan contoh soal dan pembahasan nya, tak perlu berlama – lama lagi mari kalian semua bisa melihat contoh soal nya di bawah ini.

 

Contoh Soal Arus Listrik

1.      Sebuah arus listrik yang melalui hambatan dalam suatu rangkaian dengan besar arus listrik nya yaitu 4,0 ampere dan dalam waktu 10 sekon, maka berapakah besar muatan listrik nya ?

Jawab :

Dik ketahui = I =  4,0 ampere

                         t = 10 sekon

       di tanya = berapakah besar muatan listrik nya ?

       di jawab  = I = Q/t

                     4,0 ampere = Q/10 sekon

                    Q = 4,0 ampere x 10 sekon

                    Q = 40 C

                     Jadi, besar muatan nya adalah sebesar 40 C

2.      Sebuah arus listrik 2 Ampere mengalir pada sebuah kawat penghantar dengan beda potensial nya yang di kedua ujung nya iyalah 12 V. Maka, berapakah hambatan pada kawat itu ?

       Jawab :

       Di ketahui = I = 2 A

                       v = 12 V

       di tanya = hambatan pada kawat ?

       di jawab = R = V/I

                    R = 12 V/2A

                    R = 6 Ω

                   Jadi, besar hambatan pada kawat tersebut adalah 6 Ω


Komentar